Selasa, 30 November 2010

BAGAIMANA SEHARUSNYA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN??
Wanita diciptakan dengan tabiat cinta berhias, berdandan, dan indah dalam berpakaian dan lain-lain.  Namun Islam mengatur semua itu dengan porsi tertentu untuk dipergunakan pada tempat serta situasi tertentu. Kenyataan di masyarakat adalah lebih banyak wanita yang menghamburkan uang untuk kepentingan pakaiannya, perhiasan,  alat-alat kecantikan, rambut dan hiasan hiasan yang berlebihan lainnya.

Seiring perkembangan jaman telah banyak muncul desainer-desainer yang menelurkan berbagai macam busana muslimah, jilbab muslimah dll. semuanya di kemas dengan mengikuti perkembangan mode busana yang menarik, bermotif, dan bercorak, yang tetap longggar, menutup tubuh hingga kebawah ,sopan dan rapi.sehingga jika dipakai menambah anggun wanita-wanita muslimah. tetapi tidak sedikit pula  baju muslimah yang berkembang sekarang jauh dari syariat islam. apalagi, banyak kalangan wanita muslimah yang kurang memperhatikan cara berpakaiannya. sehingga  masih banyak yang jauh dari standar syar’i misalnya:
1. Pakaian yang dikenakan terlalu ketat, sehingga lekuk tubuhnya kelihatan sexsi.
2. Bahan pakaian yang dikenakan terlalu tipis.
3. Mengenakan kerudung gaul ( jilbab pendek) diatas dada sehingga bagian yang menonjol dari wanita kelihatan.
4. memakai celana leaging (super ketat)  dipasangkan dengan baju ketat pula tetapi memakai jilbab. dan lain sebagainya.

KEWAJIBAN ISTRI DAN SUAMI

Kewajiban Seorang Suami dan istri


Tidak sedikit para suami yang belum memahami kewajibannya sebagai seorang pemimpin rumah tangga yang di syariatkan islam. banyak dari  mereka hanya menganggap remeh hal tersebut.bahkan mereka hanya menuntut kewajiban istri untuk dilakukan secara baik., tapi para suami enggan mengintrospeksi dirinya sendiri. begitu juga seorang istri, banyak pula dari mereka yang kurang memahami kewajibannya sebagai istri yang baik. oleh karenanya, berikut sekaligus akan kita pelajari kewajiban suami dan istri yang sesuai dengan syariat islam 


kewajiban suami menurut syariat islam diantaranya adalah:


1. suami harus menjadi contoh dan suri tauladan yang baik bagi istri dan anak-anaknya.dalam hal ibadah seperti sholat, puasa, dan lain-lain. dalam hal bertutur kata, sikap kesopanan, kerapian, kebersihan dll.



Hendaknya seorang pendidik paling terdepan dalam memberi contoh karena sangat berat ancaman orang yang tidak konsekuen terhadap ajakannya, sebagaimana sabda Nabi SAW:
Nanti pada hari kiamat ada seseorang didatangkan lalu dilemparkan ke dalam neraka, maka ususnya keluar. Lalu ia berputar-putar di sekitar penggilingan. Kemudian penghuni neraka mengerumuninya dan bertanya, ‘Hai Fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku telah menyeru kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya dan aku melarang orang dari kemungkaran tetapi aku sendiri mengerjakannya. (Shohih, diriwayatkan Imam Bukhori dalam Shohih-nya: 3267, 7098. Dan Imam Muslim dalam shohih-nya: 7408)


Minggu, 28 November 2010

PEMBAGIAN DARAH WANITA

Pembagian Darah Wanita
( Haid , Nifas, dan  Istihadhah )


Mereka bertanya kepadamu tentang haidh,  Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqarah: 222 -223)

Jumat, 26 November 2010

SIFAT-SIFAT HURUF

    Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain.Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
     Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. namun dalam hal ini kita mengambil pendapat yang lebih umum dipakai oleh ahli qiroat, yakni sebanyak 19 sifat-sifat huruf hijaiyyah.
      sifat-sifat huruf hijaiyyah ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni:

Kamis, 25 November 2010

 Sejarah Huruf Hijaiyyah
1. Dari Abdurrahman bin Usman, dari Qasim bin Asbagh, dari Ahmad bin Zuhair, dari al Fadl bin Dakkin, dari Wail dari Jabir dari Amir dari Samurah bin Jundab, ia berkata:"Saya telah melakukan pengkajian terhadap asal muasal tulisan Arab. Saya temukan tulisan Arab telah ada dan digunakan suku Al Anbar sebelum suku Hiyarah mempergunakanya”.
2. Dari Ibnu Affan dari Qasim dari Ahmad dari az Zubair bin Bakkar, dari Ibrahim bin al Mundzir, dari Abdul Aziz bin lmran, dari Ibrahim bin Ismail bin Abi Hubaib dari Dawud bin Husain dari lkrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Orang yang pertama kali mengucapkan bahasa Arab dan membuat tulisan lafalnya adalah Ismail bin Ibrahim."

Jumat, 19 November 2010

Pengertian & Hukum Tajwid

 Dalam rangka mendukung ilmu naghom qiroatil qur'an, sangant penting rasanya apabila penulis juga menyematkan beberapa ilmu tajwid yang sangat penting bagi proses pembacaan alqur'an yang baik dan benar.berikut akan kami jelaskan satu persatu tentang tajwid mulai dari pengertian, hukum dan kaidah-kaidahnya.

Pengertian &  Hukum Tajwid
Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah sesuatu.
Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya.

Tujuan ilmu tajwid adalah memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

SYARAT MENJADI QORI' YANG BERKUALITAS

Untuk menjadi seorang Qori’ (pembaca) Al-Qur’an yang baik dan berkualitas, ada beberapa syarat yang harus dikuasai dan dimiliki oleh para Qur’anic Lover’s (pecinta Al-Qur’an). Antara lain :

  1. Memiliki niat yang ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT semata. Karena niat akan menentukan hasil.
  2. Memiliki kemampuan di bidang ilmu Tajwid.
  3. Memilki waktu khusus untuk berguru, Musyafahah/Talaqqi kepada guru Al-Qur’an yang Ahli.
  4. Selalu “Nderes” ngaji. Atau sering membaca Al-Qur’an secara rutin (istiqomah)
  5. Senantiasa berlatih/melatih kembali Maqro’/segala sesuatu yang telah disampaikan oleh Guru secara istiqomah pula. Hal ini juga sebagai media melatih kualitas vokal.
  6. Memiliki kemampuan bersuara dari nada rendah hingga nada tinggi secara teratur, bahkan sampai kepada nada yang paling tinggi (jawabul jawab)
  7. Mengerti dan memahami makna ayat yang dibaca, sehingga tepat dalam Waqaf dan Ibtida’nya, serta panjang dan pendeknya bacaan.
  8. Memiliki dan menguasai Ilmu Nagham, baik secara teori maupun praktek
  9. Memiliki mental yang kuat, berani tampil di depan masyarakat luas. Sifat- sifat pemalu, demam panggung, nervous/ndre-deg,harus dihilangkan. Karena akan sangat mempengaruhi bacaan.
  10. Memiliki ketahanan nafas yang terkendali. Karena sangat dilarang keras jika suka curi-curi nafas saat membaca Al-Qur’an.
  11. Memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani.
  12. Mengamalkan Akhlaqul Qur’an.
Demikian beberapa syarat yang bisa kami sampaikan. Semoga ada barokah, guna, dan manfaatnya. Amin.
Wllahu A’lam bis Showab

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal


Syeich Hajjaj Ramadan Al-Hindawi, salah satu Qori' Mesir yang kaya akan variasi lagu
Syeich Hajjaj Ramadan Al-Hindawi, salah satu Qori' Mesir yang kaya akan variasi lagu

Menjaga Suara dan Membentuk Kualitas Vokal


Pada saat presentasi atau membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, kualitas vocal sangat menentukan keefektifan dalam presentasi (penampilan). Walaupun komunikasi visual dan verbal merupakan faktor penting tapi kualitas suara juga merupakan faktor yang signifikan. Untuk menjaga kualitas suara agar tetap fit ada beberapa tips yang dapat dipergunakan :